×
Blog
Back

Huang Teng Glass Bridge, Nikmati Panorama China dari Jembatan Kaca

  • admin_dwidaya
  • 2019-10-24 12:40:21
  • 448 time(s)

China tidak hanya gencar dalam membangun kemajuan industri dan teknologi, Negeri Panda ini juga gencar dalam mempromosikan sektor pariwisata agar semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan asing. Salah satunya adalah dengan membangun destinasi-destinasi wisata ekstrem. Mana sajakah destinasi tersebut? 

Sensasi Menyebrangi Sungai Di Atas Kaca



Untuk kamu pecinta wisata pemacu adrenalin bisa mencoba pengalaman ini dengan mengunjungi Provinsi Guangdong dan merasakan sensasi menyebrangi Huang Teng Glass Bridge yang baru saja dibuka untuk umum pada tahun lalu.  Huang Teng Glass Bridge ini dibangun dari 99 lapisan kaca di jurang dengan ketinggian 300 meter dari permukaan tanah. Dengan panjang 1,314 meter, jembatan ini mampu menopang sampai dengan 800 orang dalam satu waktu. 

Meski bisa dipastikan memiliki ketahanan yang sangat baik, saat berjalan di atasnya pasti merasakan sensasi yang mendebarkan. Berjalan di atas kaca transparan dengan terpaan angin yang berhembus pasti memacu adrenalin kamu. Namun, dalam degup jantung yang semakin meningkat kamu juga bisa suara air sungai yang mengalir di bawahnya sambil menikmati pemandangan alam di sekitar. Salah satunya kamu dapat menikmati pemandangan the Butterfly Spring Waterfall. Sebuah air terjun yang langsung mengalir ke sungai. Gemuruh air terjun memberikan kesan menenangkan tersendiri untuk kamu.

Menyimak Dongeng Dewi Belas Kasih di Lotus Hills


Selain itu, kamu juga dapat menikmati keindahan Lotus Hills yang berada di dekat kawasan Sungai Pearl, di timur kota Panyu. Nama Lotus Hills itu sendiri didapatkan dari sebuah dongeng yang bercerita tentang seekor naga jahat yang hidup di Laut China Selatan. Ia sering membuat gelombang di Sungai Pearl dan membuat banyak kapal terguling dan lahan pertanian banjir. Banyak musibah yang diakibatkan oleh naga, Dewi Belas Kasih pun menjinakkannya dengan cara melemparkan teratai ke air dan duduk di atasnya. 

Oleh karena itu, saat kamu berkunjung ke Lotus Hill pasti akan menemukan sebuah batu teratai yang berada di sebelah Bukit Nantianmen yang diyakini masyarakat sebagai teratai Sang Dewi. Terlepas dari dongeng tersebut, kawasan bukit ini memang menyajikan pemandangan yang istimewa sehingga ramai dikunjungi wisatawan. 

Menilik Makam Kaisar Han di Mausoleum of the Nanyue King



Jika kamu menyukai sejarah, saat berada di China rasanya sayang jika tidak mengeksplorasi sejarah negara dengan peradaban terpanjang ini. Di Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong, kamu bisa menemukan satu museum yang memamerkan sejumlah peninggalan bersejarah. 

Mausoleum of the Nanyue King adalah museum yang terkenal dengan gaya arsitektur pada masa Dinasti Han yang elegan. Di dalamnya terdapat makan Kaisar Han Nanyue yang merupakan kaisar kedua dari dinasti Han. Makam ini ditemukan pada tahun 1983 dan dijadikan museum yang dibuka untuk umum lima tahun kemudian.  Museum ini memiliki keunikan tersendiri karena tersembunyi di 20 meter di bawah permukaan tanah. Museum ini juga memiliki 750 batu besar mural dengan warna-warni yang unik. Di dalam museum ini juga terdapat berbagai macam artefak sejarah yang berusia lebih dari 2000 tahun. 

Wisata Islami di Guangzhou


Meski China adalah negara komunis, kamu tetap bisa menikmati wisata religi di sana. Salah satunya adalah dengan mengunjungi masjid tertua di Guangzhou yaitu Masjid Huaisheng. Masjid yang telah berusia 1300 tahun ini dibangun untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. Arsitekturnya sendiri unik, memadukan gaya tradisional etnis mayoritas China yaitu etnis Han dengan gaya khas Timur Tengah. Masjid ini adalah masjid yang paling populer di China. Masjid ini  pun menjadi salah satu aset bangunan yang dilindungi oleh pemerintah. 

Selain masjid, kamu juga bisa mendatangi makam salah satu penyebar agama Islam di China. Ia bernama Saad bin Abi Waqqas. Ia diyakini sebagai paman Nabi Muhammad SAW dari keluarga ibu. Jika ingin berziarah ke makan ini, kamu harus berjalan sekitar 100 meter dari pintu utama. Makan tersebut berada di sebuah bangunan. Sementara, di sekitarnya ada makam-makam lain yang berada di bawah naungan pohon beringin. 



Mencicipi Kuliner Pinggir Jalan Semalam Suntuk di Shangxia Jiu Pedestrian


China dengan masakannya yang terkenal dan menyebar di seluruh dunia. Wisata kuliner tidak mungkin dilewatkan saat kamu berada di sana. Untuk kamu yang ingin mencicipi camilan khas Negeri Tirai Bambu ini dapat kamu temukan di Shangxia Jiu Pedestrian. 

Di sana terdapat banyak penjual yang menjajakan kuliner pinggir jalan (street food). Kamu dapat mencicipi mulai dari ubi yang berbentuk spiral, cumi bakar, oyster dan kerang panggang, sate buah dan masih banyak lagi yang lainnya. Cocok untuk kamu yang hobi ngemil untuk singgah di Shangxia Jiu Pedestrian semalam suntuk. 

Keragaman wisata yang tersedia di Provinsi Guangdong, China akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi kamu yang tidak akan terlupakan. Butuh banyak energi jika kamu ingin mengunjungi semua destinasi tersebut. Namun tidak perlu khawatir, Dwidayatour dapat memudahkan perjalanan kamu untuk berkeliling Guangdong dan merasakan segala keunikan dan keindahannya. 

Kamu dapat memesan paket perjalanan tersendiri untuk merasakan berdebarnya melewati Huang Teng Glass Bridge sampai dengan menyicip camilan di Shangxia Jiu Pedestrian. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi langsung?hotline?(021) 1500 383, atau bisa?klik di sini.?