×
Blog
Back

5 Negara dengan Pakaian Tradisional Terbaik

  • admin_dwidaya
  • 2018-11-05 16:35:48
  • 85 time(s)
Tag(s):

Sebagai sebuah identitas dan kekayaan budaya yang dimiliki suatu negara, tidak mengherankan jika keberadaan pakaian tradisional menjadi salah satu hal yang krusial. Dengan pakaian tradisional, suatu negara bisa lebih mudah dikenali dan memiliki kebanggaan tersendiri. Bagi kamu yang suka berwisata, tentu mencoba pakaian tradisional suatu negara menjadi salah satu kegiatan yang sayang untuk dilewatkan. Penasaran negara mana saja yang memiliki pakaian tradisional terbaik? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut!

Indonesia, Kebaya

Jika membahas negara dengan pakaian tradisional terbaik, tentu Indonesia tidak bisa dilupakan. Negara Agraris ini memang memiliki pakaian tradisional yang cantik dan tidak salah jika disebut sebagai salah satu yang terbaik, yaitu kebaya. Kebaya sendiri merupakan pakaian atas yang terbuat dari bahan tipis dan biasa dipadu padankan dengan samping yang terbuat dari kain batik atau songket. Sejatinya, kebaya berasal dari tanah Jawa.

Bentuk awal dari kebaya berasal dari keraton Majapahit, yang dikenakan para permaisuri dan selir raja kala itu. Pada zaman penjajahan, kebaya mulai dikenal luas ke beberapa daerah lainnya hingga ke tanah Sunda, Bali, Sulawesi, Sumatera dan NTT. Hingga kini, kebaya masih sering digunakan pada acara formal seperti pernikahan dan pertemuan penting lainnya. Kebaya (serta batik) juga telah menjadi kostum nasional yang melambangkan identitas bangsa Indonesia.

Jepang, Kimono

Pakaian tradisional dari Jepang tentu juga tidak bisa dilewatkan. Kimono, begitulah nama pakaian tradisional Negeri Sakura yang sudah mendunia dan telah menjadi identitas masyarakat Jepang. Secara harfiah, kimono merupakan gabungan dari ki yang berarti pakai, dan mono yang berarti barang. Jadi, artinya adalah sesuatu yang dikenakan. Di Negeri Matahari Terbit ini pun kimono telah dikenal sejak zaman jomon dan yayoi hingga zaman meiji, membuatnya makin spesial.

Untuk bentuk, kimono terus berkembang dan memiliki banyak jenis. Terdapat Kurotomesode (kimono khusus untuk pernikahan), Irotomesode (kimono dengan warna cerah yang biasa dipakai untuk acara formal), Furisode (kimono bagi wanita yang belum menikah), Komon, Tsumugi (kimono untuk dikenakan sehari-hari), dan Yukata (kimono untuk bersantai). Bagi masyarakat Jepang, kimono bisa menunjukkan umur, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri. Kini kamu dapat merasakan pengalaman memakai Kimono dan berfoto dengan latar belakang ikon Jepang bersama Dwidayatour.

Korea, Hanbok

Korea memang tak pernah kehabisan keindahan, termasuk soal pakaian tradisional. Negeri Ginseng ini memiliki pakaian tradisional yang sangat terkenal, yaitu Hanbok. Bagi penggemar film, drama, atau K-Pop Idol Korea, pastinya sudah tidak asing mendengar istilah Hanbok. Hanbok sendiri merupakan pakaian adat masyarakat Korea Selatan yang pada umumnya memiliki warna cerah, dengan garis sederhana serta tidak memiliki saku.

Sejarah terciptanya Hanbok telah berkembang pada masa tiga kerajaan, mulai dari periode Goryeo hingga terakhir periode Joseon. Umumnya, Hanbok mempunyai tiga bagian, yaitu jeogori (atasan/baju), baji (celana), dan chima (rok). Selain itu, pada masa Joseon mulai diperkenalkan pula durumagi (jubah panjang-biasa dipakai oleh laki-laki dewasa) dan magoja, semacam jaket bergaya manchu (dipengaruhi dinasti Qing dari Tiongkok).

Ingin merasakan memakai Hanbook dan berfoto di landmark kebanggan Korea? Beli paketnya di Dwidayatour.

Vietnam, Ao Dai

Setiap negara di kawasan Asia Tenggara hampir semuanya memiliki pakaian tradisional terbaik, salah satunya adalah Vietnam dengan Ao Dai. Ao Dai merupakan pakaian tradisional khas Vietnam. Mungkin kurang terkenal di Indonesia. Namun, model baju tradisional ini terlihat indah layaknya gaun pengantin, membuatnya menjadi salah satu pakaian tradisional terbaik. Kini, Ao Dai mempunyai model yang ketat, terbuat dari kain sutera dan dikenakan dengan celana pantalon.

Umumnya, Ao Dai merupakan pakaian yang menutupi leher hingga bawah tumit kaki. Lalu, di bagian pinggang, baju ini terbelah sehingga memberikan kesan “seksi” bagi yang memakainya. Awalnya, pakaian ini dikenakan secara terbatas oleh kalangan bangsawan Vietnam sebagai gaun, yang terinspirasi oleh mode pakaian Paris dan dipengaruhi busana Manchu. Namun, pada 1950-an, perancang busana dari Saigon mulai mengenalkan model Ao dai terbaru yang dikenal saat ini.

Austria, Dirndl

Tidak hanya negara-negara di kawasan Asia yang memiliki pakaian tradisional, negara Eropa juga memilikinya. Jika sdlihat sepintas, Dirndl mirip pakaian pelayan (maid) restoran ala Jepang. Namun, jangan salah, pakaian tradisional ini berasal dari Eropa, khususnya berkembang di daerah Bavaria (Jerman) dan Austria. Dulunya, pakaian tradisional ini biasanya dikenakan oleh masyarakat pedesaan di pegunungan Alpen, khususnya wanita Austria untuk bekerja di ladang.

Bentuknya yang simpel membuat pakaian tradisional ini nyaman dikenakan. Awalnya, warna pakaian tradisional ini pun hanya terdiri dari warna hitam dan putih dengan rok kecil (celemek) yang menutupi pinggang depan. Namun, Raja Austria kala itu, Franz Joseph dan istrinya Elisabeth menyukai pakaian tradisional ini dan menyebutnya “sissi”. Akhirnya, Dirndl naik pamor dan menjadi pakaian adat resmi masyarakat Austria saat itu.

 

Itulah informasi mengenai beberapa negara dengan pakaian tradisional terbaik yang harus kamu ketahui. Mengetahui pakaian tradisional di setiap negara tentu dapat menambah wawasanmu. Jika berkunjung ke salah satu negara di atas, pastikan kamu tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba pakaian tradisional terbaiknya, ya!